Type something and hit enter

author photo
By On


Sikap Kritis Pemuda dalam
Menghadapi Tantangan Global
Oleh: Khaolil Mudlaafar

Sikap Kritis Pemuda dalam Menghadapi Tantangan Global 
       Saat ini kita sudah memasuki era globalisasi, dimana semua aspek kehidupan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Mulai dari teknologi komunikasi yang sudah tidak mengenal batasan tempat dan waktu. Ekonomi antar negara yang sudah menjadi pasar bebas. Sampai teknologi persenjataan yang semakin beragam. Seseorang bisa melihat lawan yang diajak berkomunikasi dengan jelas meski tidak sedang setempat dengannya. Suatu kabar beritapun bisa langsung tersebar saat itu juga di seluruh penjuru dunia. Dengan perkembangan itu pula kebudayaan suatu negeri bisa mengalami penyebaran mudah ke negeri lainnya. Hal sepele yang dilakukan oleh tokoh dunia juga bisa menjadi trend setter yang dianut oleh semua orang. Tentu apabila perkembangan itu ‘ditelan mentah-mentah’ tanpa dilakukan penyaringan dan tindakan yang bijak, maka akan menyebabkan sesuatu yang negatif.
       Globalisasi tersebut juga menyebabkan pengaruh terhadap sikap pemuda Indonesia. Tidak sedikit pemuda yang hanya menjadi ‘gelas kosong’ sehingga menerima pengaruh atau efek globalisasi secara utuh. Mereka seperti terdikte dengan perkembangan zaman, menjadi pengikut arus kemajuan tanpa berusaha untuk menjadi pemimpinnya. Padahal seharusnya mereka bisa menghadapi segala tantangan di era global ini. Apalagi mereka juga sebagai anak bangsa yang merupakan generasi emas bangsa, yang kedepannya akan memimpin bangsa ini dengan tetap mempertahankan kearifan budaya Indonesia. Globalisasi tidak harus sama rata sama rasa di setiap aspek, tentu kekhasan dan keunikan sebagai karakteristik harus dipertahankan. Karena karakteristik tersebut juga menjadi tumpuan untuk bisa berkembang namun sesuai dengan kepribadiannya.


       Tantangan di era global tersebut tentunya perlu disikapi dengan bijak. Kita sebagai pemuda bisa menghadapinya dengan keaktifan, kreativitas, dan keterampilan. Sikap-sikap tersebut bisa diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti bidang ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. Adapun sikap yang bisa diterapkan menurut pendapat penulis akan dipaparkan di bawah ini.
       Berperan dalam menyukseskan program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan menjadi wirausahawan kreatif. Dalam segi ekonomi masyarakat Indonesia sekarang termasuk dari bagian MEA. Dimana dengan kondisi tersebut Indonesia yang merupakan anggota dari ASEAN, memasuki pasar bebas dengan adanya MEA tersebut. Kegiatan ekonomi berlangsung sangat intensif, perdagangan bebas visa dari negara anggota MEA bebas masuk ke Indonesia. Hal tersebut menandakan bahwa masyarakat Indonesia akan bersaing dalam mempertahankan ekonomi di negara sendiri. Tentu pemuda harus ikut berperan langsung dalam hal ini. Mereka tidak boleh menutup mata dengan adanya MEA. Tindakan yang bisa dilakukan adalah dengan cara menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Bisnis dari barang dilakukan dengan kreatif, membuat produk yang dibutuhkan namun berbeda dari yang lain dan dengan harga murah. Harga murah bukan berarti murahan dari kualitas produknya. Dari bidang jasa bisa dilakukan dengan menambah keterampilan dan kemampuan. Pemuda bisa mengikuti pelatihan atau bahkan sebagai penyelenggaraan pelatihan tersebut. Misalnya dengan adanya pendidikan dan keterampilan mendesain baju, bordir, membuat pancake, dan hal lainnya. Dengan keterampilan yang tinggi maka akan semakin menambah nilai profesional yang dimiliki. Konsumen tidak akan merasa kecewa dengan telah menggunakan jasa mereka. Bahkan mereka akan terus untuk menggunakan jasa kita tanpa merasa bosan. Dengan itu berarti kita telah mendapatkan kepercayaan, karena kepercayaan sangatlah sulit untuk didapatkan. Pemuda juga perlu menanamkan sikap cinta produk dalam negeri. Dengan cara apabila memang ada produk sama maka lebih memilih yang asli buatan masyarakat Indonesia. Dengan tindakan tersebut pemuda telah membantu pedagang, perajin, dan petani Indonesia tetap bertahan dari persaingan dengan warga negara lain karena MEA. Sehingga masyarakat Indonesia tidak gulung tikar dan miskin di negaranya sendiri. Sebaliknya masyarakat semakin makmur dan ekonomi Indonesia-pun meningkat.
       Peningkatan keterampilan berbicara di muka umum atau yang lebih dikenal sebagai public speaking sangat diperlukan. Bagaimana tidak apabila seseorang berbicara didepan publik dengan terbata-bata serta sikap yang tidak diperhatikan, maka orang lain akan memandang bahwa kita kurang bisa diandalkan. Padahal di era global ini kemampuan bicara sangatlah penting. Karena dengan kemampuan bicara yang baik bisa digunakan untuk melobi partner kerja, sehingga mereka yang diajak mau dan tidak ragu lagi untuk bekerja sama dengan kita. Dalam berbicara maka tidak terlepas dengan yang namanya bahasa. Dengan kata lain apabila kita ingin menguasai teknik public speaking yang baik, maka kita juga perlu untuk meningkatkan wawasan kebahasaan, baik bahasa lokal maupun bahasa asing. Semakin luas pemahaman bahasa maka akan semakin mudah pula kita dalam ber-public speaking. Apalagi bila disambungkan dengan MEA, maka apabila kemampuan berbahasa kita baik juga bisa dilirik oleh perusahaan besar, baik dalam negeri maupun dari negeri tetangga. Posisi kita bisa menjadi juru bicara untuk perusahaan tersebut. Maka dengan bahasa tersebut kita menjadi komunikator yang baik dan tidak akan mudah dikalahkan oleh orang lain.
       Dari segi kebangsaan dan cinta tanah air juga harus semakin ditingkatkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa kehidupan pemuda di Indonesia saat ini sudah semakin ‘kebarat-baratan’, sering disebut juga terpengaruh oleh budaya westernization. Dalam berpakaian Indonesia yang termasuk negara dalam ranah budaya timur dengan santun dan tertutup, kini juga sudah nyata mulai luntur. Banyak pemuda yang mulai berpakaian sangat ketat dan terbuka. Apabila ditanya mereka menjawab karena hal tersebut juga dilakukan oleh idola mereka yang menjadi trend setter. Padahal bila ditilik lebih lanjut, cara berpakaian tersebut sudah menyimpang dari budaya asli Indonesia. Bahkan bila dilihat lebih dalam lagi, berpakaian terbuka menunjukkan kemunduran konsep berpikir manusia. Karena manusia yang awalnya hampir telanjang sudah bisa berpakaian baik dan tertutup, malah sekarang dibuat hampir telanjang lagi. Dalam masalah ini sikap kritis pemuda harus dihidupkan lagi. Mereka harus bisa melestarikan dan mempertahankan kearifan Indonesia. Dengan tidak menggunakan budaya yang bertentangan dengan karakter bangsa. pemuda perlu aktif dalam kegiatan pelestarian budaya tersebut. Keterampilan mereka diperlukan dengan membuat budaya bangsa tidak lagi ditinggalkan oleh pemiliknya sendiri. Paling mudah adalah tanpa malu menggunakan produk asli Indonesia, serta bisa mengajak yang lain untuk menggunakannya. Tidak malah bangga dengan produk buatan luar negeri dengan harga mahal padahal aslinya bahan baku berasal dari Indonesia.
       Dalam bidang teknologi keterampilan juga harus diimbangi dengan realisasinya. Tanpa menutup mata kita telah menyadari bahwa produk teknologi dan elektronik Indonesia dikuasai negara asing. Produk tersebut banya yang buatan Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Amerika, dan negara-negara Eropa. Padahal bila kita memperhatikan dengan seksama, potensi kemampuan menciptakan teknologi berdaya guna pemuda Indonesia sangatlah besar. Terbukti dengan banyaknya kontes teknologi dan robot dunia yang dimenangi oleh anak negeri ini. Namun kebanyakan dari kemenangan tersebut juga kurang dikembangkan dengan baik. Hal ini juga karena kurang mendapatkan respon positif dari para pemuda bangsa. Bahkan terkadang mereka bersikap acuh tak acuh dengan karya anak bangsa. Padahal sikap yang kita lakukan semestinya adalah dengan semangat gotong royong saling bekerja sama, untuk mewujudkan teknologi yang telah diciptakan oleh anak negeri dalam skala besar. Karena sebenarnya produk teknologi tersebut sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat umumnya. Seperti contoh penemuan kulkas alami tanpa listrik sebagai pendingin buah bagi petani perkebunan buah-buahan. Produk tersebut sangatlah diperlukan bagi Indonesia, mengingat negara ini juga banyak memiliki perkebunan buah-buahan dan banyak juga petani perkebunan.
       Kesemua hal tersebut merupakan hal yang sangat diperlukan di era global ini. Menumbuhkan sikap aktif dan terampil dikalangan pemuda sudah selayaknya menjadi tugas bersama. Apabila pemerintah mengobarkan semangat untuk terampil namun pemudanya kurang aktif menanggapi, maka seperti korek dinyalakan di dalam wadah yang berisikan air. Begitupun apabila pemuda sangat terampil namun tidak diberikan kesempatan untuk mengembangkannya, akan seperti bergerak dalam cangkang. Hal serupa juga tidak berjalan apabila pemuda aktif dengan bicara membara tanpa dibarengi keterampilan, akan seperti peribahasa ‘tong kosong berbunyi nyaring’. Sehingga dukungan dari setiap pihak dalam memupuk semangat aktif dan terampil dikalangan pemuda menjadi kunci utama. Dengan kunci utama tersebut, maka segala tantangan di era global akan terbuka, sehingga pemuda sebagai anak negeri bisa menghadapinya dengan mudah.

0 komentar

Terima kasih telah berkomentar dengan bahasa yang sopan, positif, serta membangun