Type something and hit enter

author photo
By On
September: Kontribusi, Pilihan dan Melawan Batas
 
Assalamualaikum... semoga rahmat Allah Swt. selalu tercurahkan untuk kita semua.
Hai Sahabat! September yang penuh dengan permainan emosi, sepertinya Allah Swt. sangat sayang padaku sehingga mengujiku dengan kebahagian maupun kegundahan.
Rumah Kepemimpinan Angkatan 9 Regional 9 Solo
Rumah Kepemimpinan Angkatan 9 Regional 9 Solo
Kontribusi di Himpunan
Di awal bulan, aku disibukkan dengan agenda Forum Mahasiswa Sejarah (FMS), himpunan bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah. Aku yang juga menjadi bagian dari FMS ikut andil dalam kepanitian Semarak Seajarah Kebudayaan Sebelas Maret (Sanskerta) 2018 yang terdiri dari serangkaian agenda, seperti History Student Summit (HSS), Seminar Nasional dan berbagai perlombaan penalaran maupun seni. Pada pelaksanaan HSS dan Seminar Nasional aku diberi amanah untuk menjadi notulis guna menulis notula acaranya. Keduanya memiliki fokus topik yang sama, yaitu sama-sama membicarakan topik sejarah yang jarang diperhatikan oleh para sejarawan. HSS mengangkat tema “kuliner dan kelas sosial” sedangkan Seminar Nasional mengangkat tema “Menelisik Sisi Lain Sejarah dalam Bingkai Kebudayaan Indonesia”. Banyak ilmu yang kudapatkan dari acara itu, terlebih aku sebagai notulis yang memang harus memperhatikan keberjalanan acara dari awal sampai akhir yang akhirnya membuatku terlatih untuk fokus.
Notulis Sanskerta 2018
Notulis Sanskerta 2018
Oh ya, Sahabat, menjadi panitia dalam Sanskerta 2018 adalah komitmenku untuk menambah kontribusi yang “lebih” untuk himpunan yang juga artinya untuk prodiku. Kepanitiaan ini memberikanku rasa senang sekaligus rasa bersalah. Senangnya adalah kontribusi yang kuberikan untuk himpunan ini, namun ada beberapa hal yang membuatku merasa bersalah yang akhirnya membuatku membuat plan baru sebagai gantinya.

Leaders and Leadership (LnL), Sebuah Muhasabah
Di tanggal 6 dan 7 September, Regional 9 Solo ada agenda dari Rumah Kepemimpinan Pusat, yaitu Leaders and Leadership yang disampaikan oleh Bang Bachtiar Firdaus, S.T., MPP., Direktur RK. Pelaksanaan LnL pada tanggal 6 September malam hari materi yang disampaikan adalah “Kepemimpinan Profetik”, yaitu seni kepemimpinan Para Nabi. Sebenarnya ada sedikit masalah yang harus membuat kami semua Peserta RK R9 Solo harus bermuhasabah dan memperbaiki diri.
LnL dilanjutkan tanggal 7 September di pagi hari setelah pelaksanaan sholat shubuh berjamaah. Materi kali ini yaitu “Hukum Perubahan”. Kesadaran bahwa semua makhluk mengalami perubahan, bahkan sejatinya hidup adalah untuk mengelola perubahan. Kesuksesan di dunia dan akhirat akan tercapai apabila mampu mengelola perubahan dengan cepat.
LnL September 2018
LnL September 2018
Perubahan adalah bentuk adaptasi dengan beragam kondisi. Untuk itu sebagai seorang pemimpin yang mampu mengelola perubahan maka harus bisa bergaul dengan golongan yang heterogen. Sebab orang baik ada di semua golongan seperti halnya orang jahat ada di semua golongan. Perubahan seperti di zaman globalisasi ini harus bisa direspon dengan menjadi global leaders and global travelers, menjadi pemimpin yang tidak hanya untuk golongan sempit melainkan dunia internasional. Hal itu bisa terwujud apabila memiliki banyak pengalaman yang bisa didapatkan melalui travelling.
Sahabat, dari Bang Bachtiar banyak ilmu baru yang kudapatkan, seperti perubahan yang menjadi tanda dan sifat dari sesuatu yang hidup. Namun bukan berarti kita harus mengalami sendiri suatu masalah untuk bisa berubah. Dengan belajar sejarah kita bisa mengetahui perubahan-perubahan beserta polanya sehingga menjadi cara untuk menciptakan sejarah. Orang besar bisa melakukan dan mengelola perubahan dengan baik yang pada akhirnya membentuk sejarahnya sendiri. Setiap sejarah ada orang besar yang mampu merefleksikan jiwa manusia. Oh ya, Sahabat, Bang Bachtiar juga menyampaikan bahwa setiap sejarah harus dipandang dari dua perspektif, yaitu kausalitas material (interaksi basyariah) dan kausalitas transendental (interaksi basyariah dengan interaksi ilahiyah).
Dalam merespon perubahan zaman maka diperlukan pula pembangun peradaban, yaitu:
1.    Muslim Produktif
2.    Aktivis Pergerakan
3.    Mahasiswa Berprestasi
4.    Kebersamaan dan Kekeluargaan, kalau ingin melawan keburukan maka orang baik harus melakukannya secara bersama-sama.

Berani Memilih Meskipun Berat
Lolos Call for Paper
Lolos Call for Paper
Sahabat tanggal 8 September menjadi kabar bahagia tersendiri, karena aku dan Ginanjar Dwi Cahyanto, yang juga peserta R9 Solo sekaligus ketua timku dinyatakan lolos dalam kompetisi essay di Semarang dan berhak mengikuti tahap final. Di sisi lain aku dan timku lainnya juga dinyatakan lolos dalam Call for Paper yang selama ini kuharapkan. Akan tetapi seperti yang kudapatkan dari LnL adalah harus bisa mengelola perubahan dengan cepat. Apa yang sudah kurencanakan akhirnya karena suatu hal harus berubah. Ada rasa kecewa karena harus meninggalkan salah satu kompetisi itu, sebab pelaksanaannya dalam waktu yang sama namun di tempat yang berbeda dengan jarak yang tidak mungkin dijangkau dalam sekejap. Namun aku memang harus memilih salah satu diantara keduanya, sebenarnya keputusan ini berlandaskan keyakinan bahwa Allah Swt. mempunyai rencana terbaik bagiku. Sebab aku sudah mengusahakannya akan tetapi keadaan tidak memungkinkan. Akhirnya kuputuskan untuk mengikuti kompetisi di Semarang yang dilaksanakan selama tanggal 5-7 Oktober 2018 nanti. Waktu yang ada kami gunakan untuk persiapan semua hal yang diperlukan.
Lolos Essay Semarang
Lolos Essay Semarang

Kontribusi Kecilku
Apa yang kulakukan bukanlah sesuatu yang besar, tapi aku bahagia dengan itu. Wildan Ainurrafiq Mulyana, teman sekamar di asrama R9 Solo memiliki bakat tersendiri dalam bidang fotografi. Dia mengikuti kompetisi foto untuk mahasiswa yang diadakan oleh UPN Veteran Jakarta yang bertemakan “Bela Negara”. Konsepnya adalah menerangkan bahwa dengan belajar yang sungguh-sungguh merupakan bentuk kecil dari sikap bela negara. Aku yang memang berada di asrama itu dimintai tolong untuk menjadi model dalam fotonya agar suasana bisa hidup sesuai konsepnya, saat itu memang kondisi asrama sepi karena yang lainnya masih ada agenda di kampus selain itu juga hari terakhir batas pengumpulan fotonya. Akhirnya aku meng-iya-kan dan mengikuti instruksi yang diberikan dalam pengambilan foto. Pada waktu pengumuman juara foto yang diikutkan kompetisi akhirnya meraih Juara 3 Nasional.
Wildan Ainurrafiq Mulyana Juara 3 Fotografi UPN Veteran Jakarta
Wildan Ainurrafiq Mulyana Juara 3 Fotografi UPN Veteran Jakarta

Melawan Batas
Sekolah Ilmuwan Hebat BEM FMIPA UNS (1)
Sekolah Ilmuwan Hebat BEM FMIPA UNS (1)
Sebelumnya pesan dari salah satu panitia Sekolah Ilmuwan Hebat, BEM FMIPA, masuk melalui aplikasi Whatsapp. Intinya adalah aku diminta untuk berbagai sedikit ilmu dan pengalamanku tentang karya tulis ilmiah dan essay. Sedikit merasa minder sebab memang masih banyak orang yang jauh lebih paham dariku. Selain itu karena memang aku termasuk orang yang kurang memiliki rasa percaya diri untuk berbicara di hadapan orang banyak. Tapi akan tetap seperti itu apabila aku tidak berusaha untuk melawan batas-batasku. Sehingga aku bersedia untuk berbagi dengan teman-teman mahasiswa baru angkatan 2018 di kelas KTI dan essay dalam rangkaian Sekolah Ilmuwan Hebat BEM FMIPA.
Sekolah Ilmuwan Hebat BEM FMIPA UNS (2)
Sekolah Ilmuwan Hebat BEM FMIPA UNS (2)

Sharing Alumni, “Be Respectful!”
Senin, 24 September 2018. Malam ini banyak mendapatkan cerita dari Mas Abrory Agus Cahya Pramana, Alumni RK 6 R3 Yogyakarta, dan Mas Ahmad Yanis Audi, Alumni RK 7 R1 Jakarta. Sharing dengan kedua alumni yang sudah pasti jauh lebih berpengalaman dalam hidup dan kepemimpinan. Keduanya sama-sama membicarakan tentang penguatan karakter dan pemaknaan bahwa suatu hal itu jangan dilihat secara mentah-mentah. Pernyataan yang menurutku paling mengena adalah bahwa semua memiliki latar belakang berbeda-beda yang disatukan dalam sistem yang sama. Namun dengan perbedaan itu janganlah menjadi benteng pembatas yang sejatinya tercipta oleh diri kita sendiri. Hilangkan benteng itu karena ilmu pengetahuan tanpa garis batas. Misalnya orang dari saintek boleh belajar politik, pun dengan orang hukum yang perlu juga mempelajari sains. Jadikanlah perbedaan-perbedaan itu sebagai warna tersendiri, because living without colour is nothing. Tapi kita juga harus memiliki sifat open minded sehingga bisa memahami perbedaan-perbedaan yang ada. Ingatlah dengan menghargai suatu hal berarti kita menghargai diri sendiri! Respect to people, respect to time and respect to system!
Sharing Alumni, "Be Respectful!"
Sharing Alumni, "Be Respectful!"

Optimislah!
Membaca Itu Nikmat (MIN) 2018 Regional 9 Solo (1)
Membaca Itu Nikmat (MIN) 2018 Regional 9 Solo (1)
Tanggal 30 September 2018 menjadi agenda berdaya R9 Solo, yaitu dengan adanya tugas membuat acara Workshop Membaca Itu Nikmat (MIN) yang diisi oleh Bang Adi Wahyu Adji, Program Manajer Rumah Kepemimpinan. Dalam mempersiapkan ini semua Peserta RK R9 Solo diminta mempersiapkan dari awal sampai akhir, termasuk mencari pesertanya. Aku sempat berpikir bakala susah mencari peserta karena memang tema acaranya tentang membaca. Namun semua itu salah! Ternyata antusiasme peserta sangat tinggi. Bahkan ada peserta umum yang memang jauh-jauh dari Ponorogo berangkat untuk mencari ilmu di Workshop MIN. Sahabat, melihat itu aku jadi merasa iri dengan mereka yang saking semangatnya dalam mencari ilmu menjadikan jarak bukan halangan dan biaya bukan masalah. Oh ya, Sahabat, dalam acara ini aku juga diberikan tugas untuk mencadi Master of Ceremony bersama dengan Sani Kamil Baldan, lagi-lagi untuk menembus batasan diri agar berani berbicara di depan umum.
Membaca Itu Nikmat (MIN) 2018 Regional 9 Solo (2)
Membaca Itu Nikmat (MIN) 2018 Regional 9 Solo (2)

0 komentar

Terima kasih telah berkomentar dengan bahasa yang sopan, positif, serta membangun