Type something and hit enter

author photo
By On
Oktober: Tulislah Apa yang Kamu Inginkan!
Hai Sahabat!
Di bulan ini sungguh Allah Swt. telah memberikanku nikmat luar biasa. Dua dari sekian banyak mimpi-mimpi yang kutulis saat Sesi Berdaya Menuju Puncak Manfaat (MPM) terwujud. Pada tanggal 5 Oktober, bersama teman satu asrama Ginanjar Dwi Cahyanto berangkat ke Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk mengikuti final Ling Art Essay Competition tingkat nasional. Ada hal yang sebenarnya membuatku tertantang saat mengikuti lomba ini. Jauh sebelumnya aku mengajukan surat tugas dari fakultas untuk mengikutinya, namun saat menghadap Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FIB UNS Beliau mengatakan, “Kami (pihak fakultas) tidak mengharuskan Anda juara 1, akan tetapi harus masuk juara 3 besar. Kalau hanya best paper, best presentation atau semacamnya itu tidak berguna, tidak bisa mendukung nilai KPI.” Sejujurnya kalimat itu menjadikanku merasa terbebani, akan tetapi di sisi lain juga menjadi tantanganku untuk bisa membuktikan kepada petinggi fakultas bahwa aku bisa bersaing dengan yang lainnya.

Tiba di hari keberangkatan ke Semarang, aku dan Ginanjar kuliah terlebih dahulu baru berangkat setelah sholat ashar. Kami naik bus dari Terminal Tirtonadi sampai dengan Terminal Sisemut, Kabupaten Semarang sesuai yang disampaikan panitia. Akan tetapi ternyata bus yang kami tumpangi berbeda arah dengan tujuan, sehingga dengan terpaksa kami harus turun di area Gapura Selamat Jalan Kabupaten Semarang. Atas saran dari pihak panitia akhirnya kami naik taksi daring menuju Hotel Kewirausahaan, UNNES, tempat para finalis menginap. Masalah masih belum selesai, media pembantu presentasi kami belum selesai dibuat, padahal malam itu juga harus dikumpulkan. Dengan meminta izin dari panitia, kami diperbolehkan untuk mengumpulkan pada pagi harinya.

Sistem urutan presentasi dengan pengambilan tim yang maju oleh tim sebelumnya yang sudah maju, membuat maju menjadi finalis kedua yang mempresentasikan esai kami. Presentasi berjalan dengan baik, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang sedikit membuat kami harus berpikir lebih. Suatu keunggulan adalah bahwa esai yang kami angkat tentang pondok pesantren dan kami merupakan santri alumni pondok pesantren, hal itu menjadi poin lebih bagi tim kami. Setelah selesai menunggu semua finalis presentasi dilanjutkan dengan istirahat. Berlanjut dengan acara yang membuat semuanya deg-degan, yaitu sesi pengumuman juara. Alhamdulillah... atas izin Allah Swt. aku dan Ginanjar mendapatkan juara 3. Tantangan petinggi fakultas terpenuhi.

Di keesokan harinya adalah agenda wisata para finalis bersama panitia ke beberapa tempat di Semarang. Wisata sangat seru dan menyenangkan meskipun cuaca sangat terik. Di saat itupula Allah Swt. menambahkan kenikmatan kepadaku, yaitu aku diumumkan menjadi Juara 3 Lomba Menulis Toponimi dalam Lomba penulisan Cagar Budaya Hari Purbakala 105, yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (Dit. PCBM), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerjasama dengan Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) dan Komunitas Luar Kotak. Sangat tidak menyangka dari jumlah total pendaftar dan karya yang masuk ke panitia sebanyak 1.177 naskah, akhirnya aku bisa masuk menjadi juaranya. Dengan begitu aku mendapatkan undangan untuk menghadiri penghargaan pemenang yang dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2018 di Gedung A Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, bersamaan dengan Seminar Nasional Arkeologi dan Peluncuran Buku Budaya Maritim.

Paitia dan Finalis Ling Art Essay Competition
Paitia dan Finalis Ling Art Essay Competition


Field Trip LAEC
Field Trip LAEC

Penghargaan Pemenang Lomba Menulis Cagar Budaya Hari Purbakala 105
Penghargaan Pemenang Lomba Menulis Cagar Budaya Hari Purbakala 105

Jalan-jalan Lawang Sewu Bersama Komunitas Luar Kotak
Jalan-jalan Lawang Sewu Bersama Komunitas Luar Kotak

Lomba Toponimi Hari Purbakala 105
Lomba Toponimi Hari Purbakala 105

0 komentar

Terima kasih telah berkomentar dengan bahasa yang sopan, positif, serta membangun