Type something and hit enter

author photo
By On
Januari: Masa Baru untuk Semakin Berkembang
 
Pemaparan Jurnal Ilmiah oleh Pak Agung Pambudi
Pemaparan Jurnal Ilmiah oleh Pak Agung Pambudi
Sahabat, Januari menjadi penghujung semester pertama di RK, menandakan masa-masa internalisasi asrama telah dirasa cukup. Namun bukan berarti masa meningkatkan rasa kekeluargaan berakhir. Momen awal di bulan ini adalah perombakan dan pembagian kamar, bertujuan agar peserta semakin mengenal satu sama lain, tidak terkotak-kotak dalam kelompok sempit saja. Sungguh indah melihat teman-teman yang satu sama lain saling membantu untuk memindahkan barang-barangnya di kamar yang baru. Saya sendiri pun merasa terbantu dengan itu. Semua peserta diwajibkan sudah berpindah ke kamar yang baru sebelum masa liburan terlaksana (11-17 Januari 2019), kondisi asrama juga harus bersih sehingga dilakukan kerja bakti dengan dibentuk tim-tim yang bertugas membersihkan sesuai pembagian tempatnya.
 
Dialog Tokoh (Penulisan Jurnal Ilmiah)
Dialog Tokoh (Penulisan Jurnal Ilmiah)
Sebelum semester ini berakhir, dilaksanakan agenda bulanan yang sempat tertunda Desember lalu, yaitu Dialog Tokoh yang terlaksana pada tanggal 5 Januari 2019. Pada kesempatan ini diisi oleh Bapak Nugroho Agung Pambudi, Dosen Pendidikan Teknik Mesin sekaligus Koordinator Jurnal Sinta UNS. Beliau membahas mengenai teknik-teknik penulisan jurnal ilmiah agar terindeks internasional. Hal yang paling ditekankan saat itu adalah pentingnya publikasi ilmiah bagi mahasiswa, terutama yang memiliki rencana melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu juga dibahas mengenai kesalahan yang biasa dilakukan oleh orang-orang Indonesia yang terbiasa menggunakan kalimat basa-basi sehingga terbawa sampai ketika menulis jurnal ilmiah. Padahal sejatinya dalam jurnal ilmiah bahasa yang digunakan efektif dan efisien, serta sebisa mungkin cair dalam penyampainnya. Sampai agenda terakhir yaitu apel penutupan semester pada tanggal 9 Januari 2019 sebagai penanda resmi berakhirnya semester ini.
 
Apel Penutupan Semester
Apel Penutupan Semester
Jadwal libur asrama sudah tiba, namun saya masih tetap berada di Solo. Sebab pada tanggal 11 Januari 2019 diadakan Pelantikan Pengurus Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) oleh pihak Dekanat FIB. Saya yang mendapatkan tugas untuk mewakili UKM Saseru Study Club (SSC) bersama kedua teman lainnya akhirnya turut serta dalam acara tersebut.

Tanggal 17 Januari 2019 merupakan masa akhir libur asrama, pada malam harinya dilaksanakan Sharing Alumni oleh Bang Purba. Sehingga asrama sudah mulai ramai dengan kedatangan teman-teman. Sebenarnya ini merupakan agenda tambahan, sebab memanfaatkan kesempatan Bang Purba mumpung berada di Solo. Pada kesempatan kali ini Bang Purba menyampaikan tentang pengalaman Beliau ketika menjalankan studi di Korea Selatan yang stigma mayoritas orang kuliah di sana. Namun Bang Purba mempunyai tiga hal penting yang ditekankan sehingga bisa mematahkan stigma itu, yaitu tentang kedisiplinan, life plan dan kemajemukan.
 
Sharing Alumni (Bang Purba)
Sharing Alumni (Bang Purba)
Berdasarkan jadwal agenda setelah liburan akan dilaksanakan Evaluasi Semester 1 (ES1) oleh Bang Fachri, sesuai dengan pilihan waktu para peserta. Saya sendiri memilih jadwal ES1 pada tanggal 18 Januari 2019 di sore hari. Namun dengan pertimbangan lebih cepat lebih baik dan alokasi waktu selebihnya digunakan untuk Impactful Learning Facilitator (ILF), jadwal ES1 dimajukan satu hari sebelumnya, jeda untuk sesi Sharing Alumni. Sehingga jadwal ES1 saya juga maju menjadi pagi hari sebelum Sholat Jumat. Saat ES1 saya masuk ruangan meminta izin untuk duduk, setelah itu perkenalan sebentar dilanjutkan inti dari evaluasi. Saya diminta menjelaskan perkembangan apa yang didapat selama satu semester sebagai Peserta RK. Saya pun mendeskripsikan perkembangan mulai berdasarkan Value RK dalam berbagai aspek, seperti aspek spiritualitas, kepemimpinan, kebersamaan dan kontribusi. Sampai pada tahap pemaparan life plan, pada saat itu saya mendapatkan masukan dari Bang Fachri mengenai penyusunan life plan agar tepat. Sebab beberapa hal dalam life plan yang saya susun masih belum bisa diukur dengan jelas, sehingga saya diberikan tugas untuk melakukan revisi. Namun hal yang menjadi sisi positifnya adalah saya sudah menyusun life plan berdasarkan goals dalam visi hidup yang ingin dicapai, sehingga tahapan dalam mencapainya runtut dan original. Namun ada hal yang baru saya sadari dari ES1, Bang Fachri menyampaikan saat saya menjelaskan terlalu kalem, kurang agresif dan ekspresif. Sehingga saya mendapatkan tugas untuk membaca buku karya Brene Brown berjudul “Daring Greatly”. ES1 juga membuat saya memiliki target-target baru yang lebih membawa manfaat untuk orang lain.
 
Evaluasi Semester
Evaluasi Semester
ES1 berakhir lebih cepat dari jadwal, yaitu di sore harinya. Sehingga jadwal ILF pun maju. Di malam hari Bang Fachri berganti dari menjadi evaluator menjadi pemateri. Pelaksanaan ILF sendiri bertujuan sebagai bekal para peserta menjadi coach dalam Akademi Siswa Indonesia (AKSI), sehingga materi yang disampaikan tentang teknik menjadi trainer/pemateri/pembicara yang baik dan tidak membosankan. Sesi ini berlanjut di pagi harinya pada tanggal 20 Januari 2019. Ilmu yang saya dapatkan yaitu dalam menjadi pemateri bisa dilakukan dalam beberapa gaya tergantung tujuannya. Penyampaian materi juga menyesuaikan dengan tingkat pemahaman audiens sehingga lebih tepat sasaran, tidak harus selalu materi dari awal sampai akhir, namun ada yang disbut learning acitivity agar training yang diberikan tidak membosankan dan bisa diterima dengan baik.
 
Impactful Learning Facilitator (ILF)
Impactful Learning Facilitator (ILF)
Keesokan harinya (21 Januari 2019) setelah ashar, asrama kedatangan tamu dari Kriya Mandiri (KM). Sebenarnya kedatangan KM sebagai tindak lanjut dari kerjasama dengan RK yang sebelumnya juga pernah berkunjung di kantornya membahas tentang AKSI. KM sendiri menjadi pintu gerbang RK menuju sekolah-sekolah di Surakarta, sebab mereka yang memiliki akses dan telah bekerjasama dengan beberapa sekolah mengenai pembinaan siswa, utamanya di bidang kerohanian. Sedangkan RK direncanakan lebih berfokus pada kepemimpinan seperti membina OSIS dan Pramuka, serta akademik seperti bimbingan olimpiade sains. Dialog antara RK dan KM menjadi pencerahan gerak yang harus dilakukan kedua belah pihak yang memang sebelumnya sudah direncanakan bersama akan tetapi masih belum jelas alurnya.

 
Dialog Bersama Kriya Mandiri Membahas AKSI
Dialog Bersama Kriya Mandiri Membahas AKSI
Sebagai lembaga baru di Kota Solo, RK Regional 9 melakukan silaturahmi dalam bentuk Dialog Tokoh bersama Bapak Wakil Wali Kota Surakarta yang dilaksanakan di Balai Kota Surakarta, 28 Januari 2019. Tujuannya adalah mengenalkan (kula nuwun) RK dengan Pemerintah Kota Surakarta serta upaya membuka kesempatan-kesempatan kerjasama. Beliau memberikan wejangan agar kami sebagai peserta dengan embel-embel “Pemimpin” bisa melebarkan sayap kebermanfaan bagi lingkungan sekitar, seperti mengadakan bimbingan belajar anak-anak di sekitar asrama. Masih dalam tanggal yang sama, pada malam harinya dilaksanakan Taujih Pembina oleh Baak Muhtarom. Beliau mengingatkan pentingnya manusia memberikan kebermanfaatan dengan berkarya semaksimal mungkin, sehingga hidup menjadi lebih bermakna. Karya tersebut akan menjadi amal; sebab sebaik-baik manusia adalah dia yang panjang umur dan baik amalnya, seburuk-buruk manusia adalah dia yang panjang umur dan buruk amalnya. Karya yang bermanfaat akan dimanfaatkan generasi selanjutnya dan menjadi sebab majunya sebuah peradaban. Karya yang dimaksud ini tentunya yang berlandaskan syariat, tidak keluar dari koridornya.

Dialog Tokoh (Wakil Walikota Solo)
Dialog Tokoh (Wakil Walikota Solo)

Taujih Pembina Tentang Karya
Taujih Pembina Tentang Karya

0 komentar

Terima kasih telah berkomentar dengan bahasa yang sopan, positif, serta membangun