Type something and hit enter

author photo
By On
Agustus: Awal Perjalanan Tingkat Akhir
Takbir Keliling Idul Adha 1440 H
Takbir Keliling Idul Adha 1440 H
Mengatasi Kondisi yang Kurang Tepat
Bulan ini saya masih berada di Kalimantan untuk pelaksanaan KKN Lentera Borneo UNS Periode Juli-Agustus 2019. Namun di saat seperti itu yang bisa dikatakan kurang tepat dari segi tempat dan waktunya, di grup whatsapp Pengurus Harian Tetap (PHT) Saseru Study Cub (SSC) – organisasi yang saya ikuti – mengharuskan setiap kepala bidang untuk mengisi borang penjamin mutu organisasi sesuai dengan pembagian tugasnya masing-masing. Sebenarnya ini informasi mendadak dari pihak kemahasiswaan fakultas dan harus segera dikirimkan untuk disetorkan kepada universitas. Bukan menjadi masalah dalam pengisiannya, namun sedikit kendala muncul sebab setiap hal yang diisikan harus didukung dengan scan berkas dan dokumen yang menunjukkan keabsahannya, sedangkan mayoritas dari PHT merupakan mahasiswa semester 6 menjelang semester 7 dan melaksanakan KKN yang jauh dari Solo. Sistem seperti ini juga baru ada di periode ini, tahun-tahun sebelumnya belum pernah ada. Saat meminta bantuan ke sekretaris bidang yang notabene mahasiswa angkatan 2017 mereka masih merasa kebingungan dan posisi juga sedang liburan pulang kampung, sama-sama tidak sedang berada di Solo. Sebagai Kepala Bidang Riset, bagian yang diisikan berhubungan dengan prestasi dan reputasi organisasi, meliputi kegiatan unggulan dan raihan penghargaan yang dicapai organisasi maupun pengurusnya. Upaya untuk mendapatkan laporan serta bukti dokumen saya lakukan dengan menyebarkan pesan melalui jaringan komunikasi (jarkom) dan jaringan pribadi (japri), selain itu juga melalui pengumpulan sertifikat yang saya miliki dengan bantuan teman asrama. Rasanya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari Rumah Kepemimpinan yang model pembinaannya melalui asrama, sehingga rasa kekeluargaannya erat dan bisa saling tolong-menolong.

Di sisi lain program kerja KKN hampir semuanya selesai, termasuk yang menjadi tanggung jawab saya Beriqra’ (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Menyisakan dua program kerja lainnya yang besar dalam persiapan dan pelaksanannya, yaitu Festival dan Panggung Kaliau’ sebagai bagian pemeriah HUT ke-74 RI. Masing-masing dipegang oleh satu teman sebagai penanggung jawab programnya, namun dalam hal pelaksanaan semuanya terlibat dan dibentuk kepanitiaan baru. kepanitiaan itu tidak hanya diisi oleh Tim KKN Lentera Borneo, akan tetapi juga melibatkan pemuda desa setempat. Saya sendiri termasuk dalam Seksi Acara sebagai penanggung jawab perlombaan. Penyusunan perlombaan membutuhkan berbagai pertimbangan, sebab di tahun-tahun sebelumnya acara seperti ini sempat ditiadakan, baru kali ini bisa terselenggara lagi. Sebenarnya pertimbangan besar adalah soal waktu pelaksanaan, sebab “jam pagi” masyarakat setempat baru dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, sehingga apabila ada agenda pada waktu tersebut bisa dipastikan sepi tidak ada partisipan. Sehingga penyusunan rundown baru dimulai pukul 14.00 WIB dengan waktu pelaksaan efektifnya mulai pukul 15.00 WIB. Perlombaan sendiri terdiri dari lomba jenis budaya dan lomba pemeriah pada umumnya. Sedangkan partisipan terdiri dari kategori lomba anak, pemuda, dan ibu-ibu; sebab di sini kaum perempuan lebih aktif untuk mengikuti kegiatan-kegiatan semacam itu. Pertimbangan pemilihan jenis perlombaan juga berdasarkan ketersediaan perlengkapan yang bisa diperoleh di sekitar lokasi KKN.

Nikmatnya Hari Besar di Perbatasan
Persiapan Takbir Keliling Bersama Santri TPQ
Persiapan Takbir Keliling Bersama Santri TPQ
Momen KKN periode ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Bagi saya ada yang berbeda dalam pelaksanaan Idul Adha tahun ini. Meskipun sudah biasa merasakan hari raya di perantauan, namun saat di Desa Kaliau’ yang notabene daerah Islam sebagai agama minoritas sungguh memiliki kesan tersendiri. Jumlah masjid hanya ada satu di Kaliau’ yang notabene memiliki lima dusun, muholla kecil-kecil pun tidak ada sama sekali, bahkan suara adzan tidak pernah terdengar dari Posko KKN. Namun malam itu semua umat muslim di Kaliau’ dan desa sekitarnya berkumpul di satu tempat, Masjid Sabilal Muhtadin, guna menyambut hari raya. Anak-anak, pemuda, dan orang tua bersama-sama mengumandangkan takbir, kalimat ilahiyah dilantunkan dengan rasa haru. Kami melakukan takbir keliling sambil membawa obor menyusur jalan utama desa dengan titik awal dan akhir di masjid. Selesai melaksanakan takbir keliling dilanjutkan dengan takbir di masjid serta makan bersama. Keesokan harinya kami melaksanakan Sholat Id. Saya bersama teman KKN yang lainnya berjalan dari posko ke masjid, sampai di masjid masih sepi belum banyak jamaah yang datang. Ternyata di sini sholat Id baru dilaksanakan pukul 07.20 WIB, berbeda dengan di Solo yang biasanya dilaksanakan pukul 06.00 WIB atau paling lambat dimulai pukul 07.30 WIB. Selesai sholat kami mendapatkan undangan dari beberapa jamaah masjid, tradisi Idul Adha di sini sama meriahnya dengan Idul Fitri. Masing-masing yang muslim bersilaturahmi ke rumah muslim lainnya, tentu dengan bermacam suguhan makanan ringan dan beraneka kue, serta beberapa lainnya juga hidangan berat. Kondisi tersebut menjadikan suasana kekeluargaan antarumat Islam sangat terasa kental di sini. Agak berbeda dengan di Rembang dan Solo yang biasanya perayaan Idul Adha sepi.
Tim KKN Lentera Borneo setelah Upacara Kemerdekaan
Tim KKN Lentera Borneo setelah Upacara Kemerdekaan
Selain Idul Adha sebagai hari raya Islam, 17 Agustus juga menjadi momen hari besar di masa KKN. Agustus menjadi hari besar bagi Bangsa Indonesia yang saat ini memasuki kemerdekaan ke-74. Seingat saya terakhir kali mengikuti Upacara 17 Agustus ketika semester 1, semenjak itu sudah tidak pernah lagi. Momen KKN ini membuat saya kembali menjadi peserta upacara peringatan kemerdekaan. Di daerah perbatasan ini upacara tidak dilakukan di pusat kecamatan, namun di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk. Pelaksanaan upacara ini menjadi yang terbesar kedua di Kabupaten Sambas setelah upacara di Kantor Bupati. Peserta upacara berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SD-SMA sederajat, organisasi, PNS, militer perbatasan, dan Mahasiswa KKN. Kebetulan beberapa desa di Kecamatan Sajingan Besar ada pelaksanaan KKN dari berbagai perguruan tinggi, baik dari Sambas maupun daerah lain, termasuk kami Mahasiswa UNS dari Jawa. Upacara berlangsung hidmat dengan Ibu Hajah Hairiah, Wakil Bupati Sambas, selaku pembina upacaranya. Meskipun pelaksanaan upacara di sini tidak ada amanat pembina upacara, namun rasa kebanggaan terhadap Indonesia amat terasa.
Tim KKN Lentera Borneo
Tim KKN Lentera Borneo
Kembali ke Rutinitas, Menyiapkan Akhir Studi
Sudah bersifat alamiah bahwa setiap perjumpaan akan ada perpisahan dan setiap awal akan ada akhir. Selama sekitar 45 hari melaksanakan KKN di Desa Kaliau’, saya dan tim melakukan perpisahan dengan setiap elemen yang terlibat. Perpisahan secara simbolis terlaksana saat pelaksanaan Panggung Kaliau’ pada tanggal 15 Agustus 2019, sekaligus menandakan semua program kerja telah terlaksana. Hari-hari setelahnya kami gunakan untuk bersih-bersih posko serta berpamitan secara resmi dengan pemuda, pihak desa, pihak kecamatan, Masjid Sabilal Muhtadin, dan setiap lembaga pendidikan mulai dari PAUD hingga SMK. Sore hari tanggal 19 Agustus 2019 kami meninggalkan desa Kaliau’ menuju pusat Kabupaten Sambas. Kami menginap di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sambas, Museum Daerah Kabupaten Sambas.
Setelah Panggung Kaliau'
Setelah Panggung Kaliau'
Tanggal 20 Agustus 2019 merupakan pelepasan secara resmi pelaksanaan Tim KKN UNS dan dosen pendamping lapangan oleh Pemerintah Kabupaten Sambas. Saya kembali menjadi master of ceremony seperti saat penyambutan dulu. Sebagian dari teman-teman sudah meninggalkan Sambas untuk jalan-jalan ke daerah lain. Sedangkan saya tetap bermalam di penginapan, esok harinya menuju Pontianak sebab jadwal penerbangan dari Bandara Supadio menuju Bandara Adi Sucipto Yogyakarta pukul 21.30 WIB, sempat delay dari jadwal awal pukul 20.05 WIB. Memang saya tidak menyempatkan waktu jalan-jalan ke lainnya karena harus segera pulang untuk mengurus keperluan student exchange serta jadwal seminar proposal skripsi dan magang yang sudah keluar.
Pelepasan Tim KKN Lentera Borneo oleh Pemerintah Kabupaten Sambas
Pelepasan Tim KKN Lentera Borneo oleh Pemerintah Kabupaten Sambas
Perjalanan sekitar 1 jam 20 menit akhirnya tiba di Yogyakarta. Mengingat waktu yang sudah tengah malam saya memutuskan untuk menginap di bandara. Baru sekitar pukul 07.30 WIB menuju Solo menggunakan Kereta Api Prambanan Ekspress dengan tujuan Stasiun Balapan. Menggunakan ojek pangkalan saya menuju asrama yang saat itu kondisinya sedang sepi, maklum perkuliahan masih libur beberapa teman asrama mempunyai agenda di luar kota. Sejak saat itu pula kembali ke rutinitas, turut serta dalam setiap agenda RK baik yang sifatnya regional maupun pusat. Tanggal 23 Agustus 2019 seperti jadwal rutin setiap hari Jumat selalu dilaksanakan RK Runner. Keesokan harinya kami kedatangan Prof. Dr. Ir. Muhammad Idrus Alhamid dari Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, Beliau sharing banyak hal tentang inovasi yang perlu dimiliki pemuda untuk kemajuan Indonesia. Pada malam hari tanggal 26 Agustus 2019, asrama ada agenda Kajian Fiqih yang diisi oleh Ustadz Muhammad Musta’in Nasoha di Masjid Al-Muchsinin, dekat asrama. Kajian tersebut membahas tentang orang yang berhak mengeluarkan fatwa apabila telah memenuhi syarat-syaratnya, sehingga tidak bisa semabarangan orang berfatwa dengan bekal terjemahan al-Quran dan hadits saja.
RK Runner
RK Runner
Prof. Dr. Ir. Muhammad Idrus Alhamid
Prof. Dr. Ir. Muhammad Idrus Alhamid
Kajian Fiqih bersama Gus Musta'in
Kajian Fiqih bersama Gus Musta'in
Siang hari tanggal 30 Agustus 2019 sebenarnya jadwal saya pulang, sebab sebelum dan sesudah melaksanakan KKN tidak sempat pulang Rembang. Namun beberapa hari sebelumnya ternyata ada kabar bahwa Bang Bachtiar Firdaus yang merupakan Direktur Eksekutif Rumah Kepemimpinan akan ke Solo sekaligus mengisi agenda Leaders and Leadership (LnL) di Regional 9. Akhirnya jadwal pulang tertunda karena merasa sayang banget kalau meninggalkan agenda pusat yang bisa dikatakan jarang. LnL sendiri dilaksanakan pada malam hari tanggal 30 Agustus 2019 dan pagi hari setelah subuh tanggal 31 Agustus 2019. Pada kesempatan ini Bang Bachtiar menyampaikan materi Kepemimpinan Profetik 5 tentang "Regenerasi Kepemimpinan" dan Kepemimpinan Profetik 6 tentang "Pelajaran untuk Sang Pemimpin", sebuah seni kepemimpinan dengan mengikuti jejak para nabi, melanjutkan materi dari dua pertemuan sebelumnya. Materi 5 berdasarkan kisah Thalut, Nabi Daud, dan Nabi Sulaiman. Pelajaran yang bisa diambil dari kisah tersebut adalah bahwa setiap pemimpin memiliki pendekatan yang berbeda dalam menjalankan kepemimpinannya, sesuai dengan latar belakang dan juga zamannya (jiwa zaman). Kriteria kepemimpinan harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Memang ada kriteria dasar yang relatif tetap (the essence of leadership), namun tuntutan zaman akan menentukan kriteria mana yang paling menonjol dan seperti apa dosis yang tepat. Ada pemimpin yang membuka (membangun) jalan, ada pemimpin yang memersatukan, ada juga pemimpin yang modelnya menjaga dan memelihara. Sedangkan materi 6 hikmah dari kisah Nabi Khidir dan Nabi Musa bisa dibagi menjadi tiga poin, yaitu (a) Jaga penampilan “perahu” (organisasi) agar selamat sampai di pelabuhan tujuan; (b) Luruskan motivasi para “bocah nakal” (kader); dan (c) Bangun dinding yang mau runtuh untuk selamatkan “warisan terpendam” (misi sejarah yang sering terlupakan). Inilah pelajaran untuk seorang pemimpin yang akan membebaskan rakyatnya dari penindasan.
LnL bersama Bang Bachtiar Firdaus
LnL bersama Bang Bachtiar Firdaus
Terkait kehidupan perkuliahan dengan penuh rasa syukur, alhamdulillah saya sudah memasuki semester 7 dan kuliah teori sudah habis. Semester ini saya hanya mengambil mata kuliah magang dan skripsi. Sebelumnya telah mendapatkan informasi penempatan kuliah magang mahasiswa untuk angkatan 2016, saya sendiri bertempat di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sesuai dengan harapan. Magang di ANRI bisa menjadi kesempatan saya sekaligus mendapatkan data untuk keperluan skripsi, sebab berhubungan dengan penerbangan sipil masa kolonial. Sebenarnya jadwal magang akan dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2019 – 8 November 2019, namun jadwal itu bertabrakan dengan jadwal student exchange yang akan saya lakukan tanggal 17 September 2019 dan baru akan selesai pada tanggal 16 Oktober 2019, itu artinya magang dilaksanakan satu minggu sebelum saya kembali ke Indonesia. Sehingga saya melakukan lobbying terhadap dosen penanggung jawab, akhirnya jadwal magang diundur menjadi tanggal 17 Oktober – 17 November 2019.
Pembagian Lokasi Magang
Pembagian Lokasi Magang
Pada semester ini pula semua Mahasiswa  Sejarah Angkatan 2016 harus melakukan seminar proposal skripsi, setelah semester lalu mengumpulkan proposalnya. Seminar proposal dilaksanakan pada tanggal 28-29 Agustus 2019, menjadi angkatan kedua di prodi yang ada seminar proposalnya. Berbeda dengan prodi lainnya, seminar proposal di sejarah bentuknya Focus Group Discussion (FGD), mahasiswa dengan dosen pembimbing proposal sama duduk melingkar guna membahasnya serta penentuan disetujui atau tidak. Alhamdulillah proposal saya disetujui dengan sedikit perbaikan yang harus dilakukan. Pada hari itu juga mendapatkan kabar dari Bagian Akademik FIB bahwa permohonan perjalanan dinas luar negeri kami – dalam rangka student exchange – disetujui oleh bagaian sekretariat negara. Jauh sebelumnya, tepatnya di bulan Juli pengajuan dari FIB telah disetujui oleh Akademi Pengajian Melayu, Universiti Malaya. Rencananya di sana saya akan mengambil minat studi sosial budaya, namun itu masih bisa berubah tergantung hasil pembekalan dan pengenalan nantinya.
PDLN dari Setneg
PDLN dari Setneg
Surat Balasan dari APM, UM
Surat Balasan dari APM, UM
Peserta Student Exchange FIB UNS 2019
Peserta Student Exchange FIB UNS 2019
Jadwal Student Exchange 2019
Jadwal Student Exchange 2019

0 komentar

Terima kasih telah berkomentar dengan bahasa yang sopan, positif, serta membangun