Type something and hit enter

author photo
By On
Juara 2 LKTIA FPPI, FKIP UNILA 2019


Agri Millenial Smart Home (ALARM):
Rumah Pintar Berbasis Edukasi Pertanian
Melalui Implementasi Quran sebagai Wujud Regenerasi Petani Milenial
Ginanjar Dwi Cahyanto, Khaolil Mudlaafar, Mohamad Darril Hermawan

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia memiliki potensi pada sektor pertanian yang sangat luas, namun belum didukung dengan sumber daya manusia yang bergerak di sektor tersebut. Perkembangan zaman membuat profesi sebagai petani semakin menurun. Dunia pertanian Indonesia sendiri memerlukan regenerasi. Hal itu dapat dilihat dari dominasi generasi tua yang menyebabkan rendahnya produktivitas hasil pertanian dibandingkan dengan bidang yang lain. Dilansir dari CNN Indonesia (2018), berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik yang menyebutkan jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian terus menurun dari 35,9 juta (29,68 5) dari jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 121,02 juta pada 2017, menjadi 35,7 juta (28,79 %) dari jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 124,01 juta pada 2018 Rata-rata setiap tahun Indonesia kehilangan dua persen jumlah rumah tangga petani yang berpindah profesi. Indonesia berpotensi mengalami krisis pangan nasional beberapa tahun mendatang. Berdasarkan jumlah petani di atas, sebanyak 65,8% sudah berusia di atas 45 tahun (BPS, 2018a: 16-17). Padahal profesi ini membutuhkan sumber daya manusia yang banyak.

Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030, sebanyak 64% merupakan usia produktif dari jumlah total penduduk yang diproyeksikan berjumlah 297 juta jiwa (Afandi, 2017). Pada usia inilah yang bisa memanfaatkan perkembangan zaman yang kemudian sering disebut golongan pemuda dengan istilah “Generasi Milenial”. Maka inilah yang menjadi peluang bagi Indonesia dalam melakukan pembangunan di segala sektor, termasuk dalam sektor pertanian. Namun ternyata masih ada stigma negatif Generasi Milenial terhadap pertanian yang kemudian menjadi penghambat kemajuan pada bidang ini. Banyak dari mereka yang beranggapan bahwa pertanian tidak dapat menopang kebutuhan masa depan serta bahwa lahan dan modal yang sangat terbatas (Susilowati, 2016: 46-47). Hal ini yang kemudian menguatkan keyakinan mereka untuk semakin menjauh dari sektor pertanian. Padahal apabila dimaksimalkan, kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia dalam upaya mewujudkan swasembada pangan yang sudah lama digaungkan.

Perlu adanya inovasi dan solusi dalam memecahkan masalah yang sudah lama menjadi penghambat kemajuan bangsa ini. Maka dibutuhkannya peran dan kontribusi pemuda dalam upaya melahirkan petani-petani muda yang berkompeten pada bidangnya dan sadar akan pentingnya peran ini. Sudah saatnya bangsa ini menjadi bangsa yang memiliki kedaulatan pangan melalui peran dan kontribusi pemudanya. Sebuah upaya yang tepat untuk dapat mempersiapkan regenerasi petani yaitu melalui Agri Smart Home Millenial (ALARM).

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang pada karya tulis ini, didapatkan rumusan masalah sebagai berikut.
1. Bagaimana generasi milenial dapat berperan dalam proses regenerasi petani dalam mendukung Indonesia Emas 2045?
2. Bagaimana gambaran konsep dari Agri Millenial Smart Home (ALARM) dalam mendukung regenerasi petani?
3. Bagaimana implementasi nilai-nilai Al-Quran pada Agri Millenial Smart Home (ALARM)?

Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan
a. Mengkaji peran generasi millenial dalam proses regenerasi petani dalam mendukung Indonesia Emas 2045.
b. Mengkaji konsep dari Agri Millenial Smart Home (ALARM) dalam mendukung regenerasi petani.
c. Mengkaji implementasi nilai-nilai Al-Quran pada Agri Millenial Smart Home (ALARM).

2. Manfaat
a. Bagi penulis, dapat mengembangkan dan melatih kreativitas penulis dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Selain itu karya ini digunakan sebagai bahan acuan penulisan atau penelitian selanjutnya. 
b. Bagi pembaca, dapat memahami dan menambah pengetahuan suatu terobosan baru mengenai implementasi nilai-nilai Al-Quran dalam regenerasi petani.
c. Bagi masyarakat, dapat memberikan wawasan dan mampu mengadopsi upaya regenerasi petani yang mengimplementasikan nilai-nilai Al-Quran.

TINJAUAN PUSTAKA
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada sambutan Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 Mei 2012 menyatakan bahwa tema Hari Pendidikan Nasional Tahun 2012 adalah “Bangkitnya Generasi Emas Indonesia”. Karena pada periode tahun 2010 sampai 2035 bangsa kita dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Kuasa potensi sumber daya manusia berupa populasi usia produktif yang jumlahnya luar biasa. Jika kesempatan emas yang baru pertama kalinya terjadi sejak Indonesia merdeka tersebut dapat kita kelola dan manfaatkan dengan baik, populasi usia produktif yang jumlahnya luar biasa tersebut akan menjadi bonus demografi (demographic dividend) yang sangat berharga. Di sinilah peran strategis pembangunan bidang pendidikan untuk mewujudkan hal itu menjadi sangat penting.

Salah satu faktor penting bagi upaya melakukan proses produksi yang tepat adalah dengan menyiapkan SDM yang memenuhi standar kebutuhan sector pertanian. SDM yang tepat yang dibutuhkan adalah sesuai dengan kebutuhan dalam rangka memenuhi upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam memenuhi ekspektasi daya saing yang tepat. Dalam konteks ini para pelaku atau SDM yang tepat sangat diharapkan dapat melaksanakan kegiatan pertanian yang sesuai. SDM pertanian yang tangguh, akan memberikan peran yang sesuai dengan kondisi persaiangan saat ini. SDM yang memliki kompetensi tentu memberikan kontribusi pada kemajuan usaha tani. Kesiapan, kualifikasi dan kompetensi yang memadai sebagai SDM usahatani akan berontribusi dalam produktivitas, daya adaptasi dan keberlanjutan usahatani. Apabila kondisi atau situasi peran SDM pertanian dapat diselenggarakan, maka berdampak pada signifikan dalam memfasilitasi upaya mewujudkan kedaulatan pangan (Muksin dkk, 2014).

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dalam Puslitbangnak (2017), Kementerian Pertanian memiliki 6 strategi agar terjadi regenerasi petani. Pertama, transformasi pendidikan tinggi vokasi pertanian. Kedua, inisiasi program penumbuhan wirausahawan muda pertanian bekerja sama dengan 16 Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Ketiga, pelibatan mahasiswa/alumni/pemuda tani untuk mengintensifkan pendampingan/pengawalan program Kementerian Pertanian. Keempat, penumbuhan kelompok usaha bersama (KUB) yang difokuskan bidang pertanian bagi pemuda tani. Kelima, pelatihan dan magang bagi pemuda tani dalam bidang pertanian. Keenam, optimalisasi penyuluh untuk mendorong dan menumbuh kembangkan pemuda tani.

Penelitian lainnya dilakukan oleh Hidayat (2017) dengan penelitian berjudul “Internet of Things Smart Agriculture on ZigBee: A Systematic Review”. Penelitian tersebut memaparkan konsep smart home tentang sistem pertanian berbasis IoT. Pertanian dilaksanakan dengan rekayasa kondisi pertanian menggunakan teknologi, sehingga proses produksi tanaman dapat berlangsung sesuai yang diharapkan. Persamaan penelitian tersebut dengan tulisan ini adalah penggunaan konsep smart home dalam dunia pertanian. Akan tetapi dalam tulisan tersebut tidak menggunakan kandungan al-Quran yang berkaitan dengan pertanian. Penelitian tersebut lebih memfokuskan terhadap produksi tanaman dibandingkan regenerasi petani dengan pemanfaatan tanaman hortikultura dan pembelajaran ekonomi syariah dalam dunia pertanian.

Penjelasan di atas menunjukkan adanya research gap mengenai penerapan kandungan al-Quran dalam dunia pertanian, terutama konsep smart home dalam pertanian hortikultura dan upaya regenerasi petani. Melalui ALARM, regenerasi petani diupayakan mulai tingkat skala rumah tangga berdasarkan pembelajaran dan praktik pertanian secara langsung. Pertanian tidak hanya terbatas pada tahap produksi dan usaha terkait, namun juga mengarah pada tahap selanjutnya, yaitu pengolahan dan distribusi sesuai dengan prinsip ekonomi syariah.
Kerangka Berpikir "ALARM"
Kerangka Berpikir "ALARM"

METODE PENULISAN
Karya tulis ini berjenis kualitatif (Sugiyono, 2009), serta menggunakan metode studi pustaka dari sumber sekunder berupa buku, jurnal, berita dan artikel yang relevan dengan topik. Selain itu referensi menggunakan dokumen resmi pemerintah dan peraturan perundang-undangan terkait. Sebagian besar data yang digunakan dalam penulisan ini berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) tentang pertanian dan informasi yang terkait lainnya. Data yang digunakan berasal dari studi pustaka yang berasal dari buku, jurnal dan artikel ilmiah. Selain itu penulis menggunakan teknik internet browsing untuk memperoleh berita dan artikel lainnya. Kelengkapan data juga diperoleh menggunakan teknik documen research berupa laporan dari lembaga resmi pemerintahan yang berkaitan dengan topik karya tulis.

Informasi dan data terkait karya tulis yang diperoleh diambil sebagian atau keseluruhan. Selanjutnya pengolahan data dengan cara dilakukan analisis menggunakan teknik analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) (Rangkutti, 2014). Analisis dilakukan dengan menjabarkan tentang kekuatan dan kelemahan sebagai faktor internal dari ALARM, serta peluang dan ancaman sebagai faktor eksternal dalam pelaksanaan dan pengembangan ALARM. Setelah ditemukan faktor internal dan eksternal ALARM, selanjutnya dilakukan analisis untuk sebagai asumsi strategi yang bisa diterapkan sehingga ALARM bisa dilaksanakan secara optimal. Kemudian dilakukan pengkajian data dari hasil analisis dengan menjabarkannya secara deskriptif sehingga diperoleh kesimpulan penulisan.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Sektor Pertanian dalam Pembangunan di Indonesia
Pembangunan merupakan suatu proses perencanaan (social plan) yang dirancang oleh sebuah negara untuk membuat perubahan sebagai proses peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat. Adanya pembangunan bertujuan sebagai pengembangan suatu kebijakan dalam sebuah sektor untuk mencapai keseimbangan ekonomi. Salah satu sektor yang aktif peran serta dalam pembangunan nasional yaitu sektor pertanian. Pembangunan di lingkup pertanian yang sedang berjalan saat ini akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan perekonomian nasional. Sektor pertanian secara tidak langsung akan berhubungan dengan sektor industri karena memiliki pasar yang potensial. Hal tersebut menunjukan pertanian memegang peranan penting dalam pembangunan nasional karena menjadi sumber pendapatan yang tinggi di dalam dan luar negeri. Sektor pertanian turut menyumbang rata-rata 13, 41% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2014-2017. Fakta itu menjadikan pertanian sebagai penyumbang PDB terbesar kedua bagi Indonesia, setelah sektor industri (BPS, 2018b: 37).

Strategi regenerasi petani yang di rencanakan oleh pemerintah sasaran yang dituju adalah generasi muda. Dari seluruh strategi yang direncanakan, secara tidak langsung melibatkan objek yang berperan dalam proses regenerasi petani. Regenerasi petani dilakukan guna menjaga sumber daya manusia yang bergerak di bidang pertanian agar tidak hilang. Generasi muda yang kini menempati posisi teratas dalam populasinya di Indonesia sudah sepantasnya mempersiapkan tantangan sektor pertanian ke depan. Sebuah upaya yang tepat untuk dapat mempersiapkan regenerasi petani melalui Agri Smart Home Millenial (ALARM).

ALARM dan Optimalisasi Peran Petani Milenial di Sektor Pertanian
Regenerasi diukur berdasarkan dorongan orang tua (petani) kepada keturunannya untuk melanjutkan kegiatan usahatani. Dorongan tersebut terbagi ke dalam 4 kategori yaitu dorongan petani dalam memberikan pesan kepada anaknya untuk melanjutkan kegiatan usahatani, dorongan petani dalam melibatkan anaknya untuk membantu dalam kegiatan usahatani, dorongan petani dalam memberikan pesan kepada anaknya untuk mencintai dan senang terhadap kegiatan pertanian, dan dorongan petani dalam mengajarkan kepada anaknya bahwa pekerjaan sebagai petani merupakan pekerjaan yang mulia.

Agri Smart Home Millenial (ALARM) dapat disebut sebagai sebuah gagasan atau ide dalam menciptakan kondisi kebiasaan manusia yang dapat dikembangkan secara perlahan. ALARM hadir dalam sebuah rumah yang dimimpikan bagi generasi muda untuk tinggal dengan nyaman tanpa merasa bosan. Konsep rumah yang akan di desain dengan property seputar pertanian dari hulu ke hilir. Pemuda akan merasakan kondisi edukasi dalam lingkungan rumahnya tanpa harus belajar melakukan kunjungan yang jaraknya tidak dekat. Gagasan ALARM digambarkan sebagai guru atau praktisi pertanian diluar bangku sekolah atau kuliah. Didalamnya terdapat tanaman dalam alQuran yang dibudidayakan, cara perawatan tanaman yang baik dan benar, sistem pemasaran yang sesuai dengan ajaran al-Quran, serta perpustakaan agro yang dibangun sebagai lokasi percontohan rumah pintar yang bernuansa edukasi seputar sektor pertanian hulu ke hilir. ALARM dibagi menjadi beberapa bagian yang diatur sesuai dengan rumah pada umumnya. Diluar rumah terdapat kebun al-Quran yang mengelilingi rumah, sedangkan di dalam rumah terdapat perpustakaan agro, propaganda berupa infografis pada sepanjang dinding rumah, ruang seputar ekonomi Islam didalam rumah, ruang bersama untuk menonton informasi seputar pertanian, ruang produk pertanian dan ruang pribadi pemilik rumah.

Rumah pintar ini akan dikelilingi tanaman yang termuat dalam alQuran diantaranya adalah buah tin (Ficus carica) (QS. at-Tin:1), zaitun (Olea europaea)(QS. al-Anam:141, QS. an-Nahl: 11, QS. at-Tin: 1), anggur (Vits vinifera) (QS. an-Nahl: 11), kurma (Phoenix dactylifera) (QS. al-Anam: 141, QS. Maryam: 24-26, QS. an-Nahl: 11), delima (Punica granatum) (QS. alAnam:141), bidara arab (Ziziphus mauritiana) (QS. al-Waqiah: 28) dan pisang (Musa paradisiaca) (QS. al-Waqiah: 29). Pemilihan tanaman tersebut sebagai edukasi bagi Generasi Muslim Milenial dalam pengenalan tanaman yang berkaitan dengan sejarah Islam. Selain itu juga karena tanaman-tanaman itu memiliki kandungan gizi yang baik bagi kesehatan. Alasan lainnya sebagai penerapan pertanian tanaman hortikultura, sebab jenis tanaman ini termasuk penyumbang terbesar bagi pertanian di Indonesia, yaitu menempati peringkat 4 dari 9 subsektor pertanian (BPS, 2018a: 15). Rumah pintar untuk menciptakan kondisi kebiasaan yang ramah mengenai sektor pertanian dalam kehidupan bermasyarakat. Kondisi kebiasaan bagi manusia akan memberikan stimulus otak untuk memahami sesuatu dan selanjutnya termotivasi untuk menggali ide lebih dalam lagi.

Pelaksanaan ALARM juga menjadi pembelajaran bagi Generasi Muslim Milenial terhadap Islam yang sangat memperhatikan pertanian sebagai salah satu tanda kebesaran Allah Swt. Bahwa Allah Swt. menciptakan bumi seisinya dengan maksud demi kesejahteraan manusia. Kemudian manusia mampu mensyukurinya dengan cara mengolah serta memanfaatkannya untuk memperoleh kebaikan atau sebaliknya lalai dan menjadi sebab kehancuran. Islam mengajarkan pertanian penuh dengan kebermanfaatan. Manfaat itu bukan hanya yang sifatnya duniawi namun juga ukhrawi. Melalui pertanian diajarkan hubungan baik dengan lingkungan alam maupun sosial yang akhirnya menjadi pemberat amal baiknya (disebutkan menjadi sedekah) di akhirat.

Edukasi mengenai pertanian akan didapatkan melalui infografis yang tertempel pada dinding dinding di dalam rumah ALARM. Infografis akan berisi informasi terkait propaganda sebagai ajakan untuk lebih mencintai pertanian dengan mecintai produk lokal, ikut andil dalam pembangunan pertanian dan melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seputar pertanian terpadu dan berkelanjutan. Informasi tersebut tentunya didukung dengan penambahan nilai-nilai yang ada di dalam al-Quran. Adanya infografis ini memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi karena informasi yang disampaikan dikemas dengan desain yang menarik. Desain yang sesuai akan menarik seseorang untuk membacanya. Selain memberikan edukasi tentang pertanian, ALARM juga memberikan pendidikan mengenai penerapan ekonomi pada sistem muamalah dalam Islam (syariah). ALARM mempraktikannya dalam sistem pembiayaan (crowdfunding) pertanian serta pembangunan property rumah seputar pertanian dari hulu ke hilir.

Terdapat kondisi penerapan digital technology dalam ALARM yaitu adanya monitor yang cukup besar. Monitor berfungsi sebagai media guna memberikan berita terkini seputar pertanian melalui channel-channel nasional seputar pertanian. Ruang tersebut dilengkapi dengan tempat duduk agar dapat dinikmati secara optimal oleh penonton. Selain berita tentang pertanian, informasi yang disajikan juga berupa inovasi terbaru dan tepat guna dalam dunia pertanian. Besar harapan adanya monitor ini, penonton menjadi selalu update informasi ataupun inovasi baru yang ada di lingkup nasional dan internasional. Hal tersebut menjadi sebuah langkah untuk mendukung pembangunan pertanian di era Revolusi Industri 4.0.
Analisis S-O S-T "ALARM"
Analisis S-O S-T "ALARM"
Analisis W-O W-T "ALARM"
Analisis W-O W-T "ALARM"

Implementasi Agri Millenial Smart Home (ALARM)
Pemilik rumah merupakan pelaku sekaligus sasaran utama implementasi ALARM. Belajar secara tersirat dengan desain rumah pintar yang beredukasi tentang pertanian. Implementasi yang dilakukan sebagai upaya edukasi pertanian bernuansa al-Quran di tingkat keluaga. Hal tersebut memberikan akses kemudahan dalam memahami pertanian seutuhnya tanpa mengadakan kegiatan tentang pertanian secara kompleks. Secara perlahan pertanian akan memberikan edukasi yang mudah untuk dijangkau sehingga keberadaan pemuda untuk turun langsung di sektor pertanian menjadi lebih mudah. Selain itu, rumah pintar dapat menjadi objek wisata rumahan bagi masyarakat yang mau mengunjungi.

Rumah pintar ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Pengunjung akan dikenalkan seputar pertanian dari hulu ke hilir dan dapat menikmati wisata rumah pintar ini dengan mudah karena sudah dilengkapi tulisan tulisan edukasi di setiap objek yang ada. Perpustakaan agro yang ada juga dapat menunjang para pengunjung untuk tetap tinggal dan berlama lama di lokasi. Pengunjung juga dapat melihat layar edukasi seputar pertanian yang ada di rumah pintar tersebut. Adanya digital technology selain berbentuk layar yang berbentuk berita, terdapat aplikasi berbentuk games menjadi seorang petani di era milenial seputar budidaya pertanian bernuansa al-Quran. Setiap pengunjung yang datang juga akan dicatat melalui komputer atau pc yang tersambung ke internet. Selain presensi, pengunjung juga diminta untuk memberikan survei seputar dunia pertanian. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan saran kepada rumah pintar agar selalu meningkatkan kualitas objek yang ada di rumah pintar.

PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan diatas, didapatkan kesimpulan sebagai berikut.
1. ALARM menjadi jawaban terhadap permasalahan yang ada dengan memberikan manfaat bagi pemuda untuk kembali mengingat nilai-nilai yang diberikan Allah Swt. melalui Al-Quran agar selalu bersyukur.
2. ALARM hadir dalam sebuah rumah yang dimimpikan bagi generasi muda untuk tinggal dengan nyaman tanpa merasa bosan. Konsep rumah yang akan di desain dengan property seputar pertanian dari hulu ke hilir.
3. ALARM dibagi menjadi beberapa bagian yang diatur sesuai dengan rumah pada umumnya. Diluar rumah terdapat kebun al-Quran yang mengelilingi rumah, sedangkan di dalam rumah terdapat perpustakaan agro, propaganda berupa infografis pada sepanjang dinding rumah, ruang seputar ekonomi Islam didalam rumah, ruang bersama untuk menonton informasi seputar pertanian, ruang produk pertanian dan ruang pribadi pemilik rumah.

Saran
Regenerasi petani yang dilakukan generasi milenial dapat efektif dan terlaksana dengan baik ketika adanya kesinergisan dengan semua pihak termasuk generasi tua. Rumah pintar bernama ALARM ini dapat memberikan jawaban bagi dunia pertanian. Lingkungan yang dengan sengaja dirancang untuk mengedukasi setiap subjek yang menikmati membuat stimulus edukasi didapatkan. Maka dari itu perlu kesadaran dari generasi milenial untuk memastikan dalam pengimplementasian ALARM.

REFERENSI
Afandi, Thohir. 2017. “Bonus Demografi 2030 - 2040: Strategi Indonesia Terkait Ketenagakerjaan dan Pendidikan”. Dokumen Siaran Pers. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Tersedia: https://www.bappenas.go.id/files/9215/0397/6050/Siaran_Pers_-_Peer_Learning_and_Knowledge_Sharing_Workshop.pdf.

[BPS] Subdirektorat Konsolidasi Neraca Produksi Nasional. 2018b. Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan 2014-2018. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Tersedia: https://www.bps.go.id/publication/2018/10/05/02d80724b71eb684620a2e88/pdb-indonesia-triwulanan-2014-2018.html.

[CNN Indonesia] “Jumlah Petani Berkurang, Tingkat Pengangguran di Desa Naik”. CNN Indonesia. [Online]. Tersedia: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181105141729-532-344096/jumlah-petani-berkurang-tingkat-pengangguran-di-desa-naik.

[Hadits] HR. Imam Muslim, Hadits Nomor 1552 (10).

Heng, Stefan. 2014. “Industry 4.0: Upgrading of Germany's Industrial Capabilities on the Horizon”. Deutsche Bank Research. Franfurt: Deutsche Bank AG. Tersedia: https://www.dbresearch.com/PROD/RPS_EN-PROD/PROD0000000000451959/Industry_4_0%3A_Upgrading_of_Germany%E2%80%99s_industrial_ca.pdf.

Hidayar, Taufik. 2017. "Internet of Things Smart Agriculture on ZigBee: A Systematic Review". IncomTech, Jurnal Telekomunikasi dan Komputer. 8 (1): 75-86. Tersedia: http://ejurnal.its.ac.id/index.php/sains_seni/article/download/2099/553.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2012.

Muksin dan Bustang AM. 2014. Urgensi Regenerasi Sdm Pertanian dalam Upaya Mencapai Kedaulatan Pangan. Edisi 01. Tersedia di http://perpustakaan.bappenas.go.id/lontar/file?file=digital/139106-[_Konten_]-Urgensi%20Regenerasi%20SDM%20Pertanian.pdf.

Nasution, Zubaidah. 2016. “Model Pembiayaan Syariah untuk Sektor Pertanian”, Jurnal Iqtishadia Ekonomi dan Perbankan Syariah. 3 (2): 339-340. Tersedia: https://www.researchgate.net/publication/314484431_Model_Pembiayaan_Syariah_untuk_Sektor_Pertanian.

[Puslitbangnak] Empat Langkah Kementan Regenerasi Petani. 2017. Tersedia di http://peternakan.litbang.pertanian.go.id/index.php/kliping-media-berita/48596-empat-langkah-kementan-regenerasi-petani.

[al-Quran] Surat al-Anam, Maryam, an-Nahl, asy-Syuara, at-Tin, al-Waqiah, dan Yasin.

Rangkuti, Freddy. 2014. SWOT Balance Scorecard. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Ratya, MP. 2017. “6 Strategi Pemerintah dalam Regenerasi Petani”. Artikel. Detik Finance. Tersedia di https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3745352/6-strategi-pemerintah-dalam-regenerasi-petani.

Soetopo, Kartika dkk. 2016. “Analisis Impelementasi Prinsip Bagi Hasil, Risiko dan Penanganan Pembiayaan Bermasalah Terhadap Pembiayaan Musyarakah dan Pembiayaan Mudharabah (Studi Kasus: Bank Syariah Mandiri KC Manado)”. Jurnal Accountability. 5 (2): 207-223. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/accountability/article/view/14436/14009.

Susilowati, Sri Hery. 2016. “Fenomena Penuaan Petani dan Berkurangnya Tenaga Kerja Muda Serta Implikasinya bagi Kebijakan Pembangunan Pertanian”. Jurnal Forum Penelitian Agro Ekonomi. 34 (1): 35-55. Tersedia: http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/fae/article/download/7310/7373.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

0 komentar

Terima kasih telah berkomentar dengan bahasa yang sopan, positif, serta membangun